Klasifikasi Kejahatan Komputer

Kalo kita bicara masalah kejahatan komputer pasti banyak sekali macamnya, karena itu saya menuliskan klasifikasi kejahatan komputer agar mudah kita mengenali dan membedakan model-model kejahatan komputer.
Klasifikasi kali ini dibedakan berdasarkan lubang kemanan yang dibedakan menjadi 4 (empat) yaitu :

-> Kemanan yang bersifat fisik (Phisycal Security), Adalah Lubang keamanan yang bersifat fisik artinya bisa tersentuh seperti akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan.

Beberapa contoh kejahatan komputer yang bisa diakses dari lubang keamanan yang bersifat fisik :
  1. Wiretapping, adalah istilah untuk penyadapan saluran komunikasi khususnya jalur yang menggunakan kabel. misalnya penyadapan Telpon, Listrik, dan atau Internet.
  2. Denial of Service, aktifitas menghambat kerja sebuah layanan (servis) atau mematikan-nya, sehingga user yang berhak/berkepentingan tidak dapat menggunakan layanan tersebut. Denial of Service dapat dilakukan dengan cara mematikan peralatan atau membanjiri saluran komunikasi dengan permintaan yang menyebabkan jaringan menjadi sibuk, sistem hang, bandwidth habis, ram terkuras.
  3. Pencurian, yang jelas merupakan bentuk kejahatan fisik karena mengambil alih peralatan / media.
-> Keamanan yang Berhubungan dengan Orang (personel), Lubang keamanan yang berkaitan dengan hak akses berdasarkan. Contohnya seorang user yang memanipulasi hak aksesnya menjadi administrator.

-> Keamanan dari Data dan Media serta Teknik Komunikasi (Comunication), Lubang keamanan yang terletak pada media. Misalnya Kelemahan Software yang digunakan untuk mengelola data.

-> Keamanan dalam Kebijakan Operasi (Policy), Lubang keamanan yang terletak pada kebijakan yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem.

Persamaan dan Perbedaan Sistem Terdistribusi dengan Jaringan Komputer

Persamaannya adalah keduanya merupakan sekumpulan komputer yang saling terkoneksi dengan dengan media transmisi yang relatif tidak jauh berbeda, sama-sama harus memindahkan file.

 

Perbedaan Jaringan Komputer & Sistem Terdistribusi

JARINGAN KOMPUTER

SISTEM TERDISTRIBUSI

Komputer yang terhubung merupakan gabungan yang terdiri dari beberapa workstation atau juga gabungan komputer server dan client

Komputer yang terhubung terdiri dari host (komputer utama) dan terminal-terminal (komputer yang terhubung dengan komputer host)

Beberapa komputer terhubung agar dapat sharing, namun tiap pekerjaan ditangani sendiri sendiri oleh komputer yang meminta dan dimintai layanan.

Server hanya melayani permintaan sesuai antrian yang sudah diatur sistem.

Beberapa host komputer terhubung agar dapat mengerjakan sebuah atau beberapa pekerjaan besar bersama.

Host melayani beberapa terminal dan melakukan proses berdasarkan input dari terminal-terminal

Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh media transmisi yang digunakan.

Lamanya suatu proses dipengaruhi oleh spesifikasi hardware masing-masing station yg meminta layanan.

User dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung (di komp station atau di server).

Kualitas komunikasi data dipengaruhi oleh sistem.

Lamanya suatu proses tergantung Sistem Operasi yang akan memilih prosesor komputer mana yang akan digunakan.

User tidak dapat mengetahui proses yang sedang berlangsung di host.

Metode komunikasi antar komputer dengan modelPeer to Peer atau Client Server.

Metode komunikasi antar komputer tersentralisasi(terpusat pada komputer utama/host)

Masing-masing node atau workstation (pada metode peer to peer) tidak membutuhkan komputer server khusus untuk menangani seluruh pekerjaan.

Antar node bisa saling bertukar file atau resource yang dimiliki, sesuai keinginan/permission yg diatur pemilik komputer.

Masing-masing terminal membutuhkan host (komputer utama) untuk dapat aktif melakukan pekerjaan dan berkomunikasi dengan terminal lain.

Antar terminal tidak dapat saling sharing file atau resource tanpa campur tangan host (supervisor host).

Masing-masing user disetiap workstation (client) sadar betul akan proses yang sedang terjadi apabila ia meminta layanan atau mengirimkan data keserver.

User secara explisit (nyata) harus “login” pada server, kalau ingin memanfaatkan resource yang dimiliki oleh server. Secara explisit menyampaikan tugasnya dari jauh, secara explisit memindahkan file-file, namun secara umum menangani sendiri seluruh manajemen jaringan.

Masing-masing user disetiap terminal tidak dapat menyadari proses yang berlangsung pada sistem

User tidak perlu melakukan pekerjaan secara explisit, karena semua proses dan manajemen dilakukan/ ditangani secara otomatis oleh sistem tanpa diketahui user. Meskipun secara umum seorang user pada tiap terminal juga harus login untuk bisa memanfaatkan resource host.

Tiap user memiliki identitas & password yang unik untuk dapat login serta menggunakan resource yang terdapat di server.

Umumnya user tidak bisa menggunakan ID yang sama, untuk login ke server, namun policy seorang Admin dapat merubah aturan ini agar sebuah ID dapat digunakan bersama-sama secara terbatas.

Tiap user juga memiliki ID dan password untuk dapat login ke host & menggunakan resource yang disediakan.

Umumnya beberapa terminal dapat menggunakan ID yang sama untuk login ke komp host, namun Admin/Supervisor sistem dapat merubah dengan hanya mengijinkan satu ID untuk tiap terminal.

Keberadaan sejumlah komputer dalam jaringan tidak harus transparan disatu lokasi, sehingga secara fisik tidak dapat dilihat oleh user lain yang berada dalam jaringan.

Keberadaan sebuah atau sejumlah komputer atau terminal autonomous, bersifat transparan (jelas) bagi user, biasanya berada dalam suatu area lokasi.

Spesifikasi hardware server tidak harus lebih baik dari hardware client

Spesifikasi hardware host (komputer utama) harus lebih baik dari terminal.

Merupakan sistem yang menggabungkan kinerja perangkat dan aplikasi dari physical layer sampai dengan application layer

Merupakan suatu sistem perangkat lunak yang dibuat dan bekerja pada lapisan atas sebuah sistem jaringan.

 

 Perbedaan utama antara jaringan komputer dan sistem terdistribusi lebih terletak pada perangkat lunaknya (khususnya sistem operasi) bukan pada perangkat kerasnya, karena perangkat lunaklah yang menentukan tingkat keterpaduan dan transparansi jaringan yang bersangkutan.

 

Pengantar Sistem Keamanan Komputer

Pengantar Sistem Keamanan Komputer
Mengapa Keamanan Komputer Dibutuhkan ???
• “Information based society” menyebabkan nilai informasi menjadi sangat penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan menyediakan informasi secara tepat dan akurat menjadi sangat ensensial bagi sebuah organisasi
• Infrastruktur jaringan komputer seperti LAN dan internet memungkinkan untuk menyediakan informasi secara tepat sekaligus membuka potensi adanya lubang keamanan (security hole)
Modal Dasar untuk Lebih Tahu tentang Keamanan Komputer
• Mengetahui bahasa pemrograman
• Menguasai pengetahuan hardware and software control (logika interfacing)
• Menguasai pengelolaan instalasi komputer
• Menguasai teori jaringan komputer seperti : protokol, infrastruktur, media komunikasi
• Memahami cara kerja sistem operasi
• Memiliki “pikiran jahat” hehehehe….
Penyebab Meningkatnya Kejahatan Komputer
• Meningkatnya aplikasi bisnis berbasis IT dan jaringan komputer
• Desentralisasi server
• Transisi dari single vendor ke multi vendor
• Meningkatnya pengetahuan user
• Penegakan hukum yang masih belum pasti
• Semakin komplitnya sistem, maka semakin besarnya source code program yang digunakan
• Berhubungan dengan internet